Cerita Lucu Tentang Pengantin Yang Bikin Ngakak

Posted on

Sebuah pernikahan adalah sebuah prosesi yang sebagian besar orang akan melalui. Ada yang masih murah, umur ideal maupun berumur tua. Nah terkadang akan muncul cerita-cerita lucu dalam sebuah pernikahan baik itu kisah nyata maupun cerita rekaan. pernikahan adalah salah satu tema yang banyak diangkat dalam cerita-cerita dewasa, karena tentu saja terkadang menyerempet hal-hal parno yang hanya patut didengar oleh orang dewasa.

Bagi orang yang belum meningkah tentu menjadi penasaran untuk mendengar cerita tentang perkawinan. Bagi yang sudah menikah mungkin menjadi nostagia tersendiri. Berikut ini beberapa cerita-cerita lucu yang patut untuk disimak oleh pembaca Solokebaya.net, semoga menghibur.
–0–
1. Untuk mengetahui ciri-ciri pasangan pengantin baru atau pengantin lama dapat diketahui dari reaksi mereka dari kejadian di bawah ini.
Pada waktu di jalan, tiba-tiba si wanita tersandung batu.
Pengantin baru:
Sang suami dengan sigap segera membantu istrinya berdiri seraya berkata : “Kamu tak apa-apa, sayang? Maaf ya, tak seharusnya aku tadi melepas tanganmu.” (ehem.. so sweet hihi…)
Sang istri tetap tersenyum meski meringis nahan sakit lalu katanya : “Jangan khawatir sayang, aku baik-baik aja. Kan ada kamu di sisiku..”
Pengantin Lama:
Suami cuek aja tak segera nolongin malah ngomel : “Rasain lo!! Makanya kalo jalan pake mata!!”
Si istri meraung kesakitan dan berteriak marah : “Kalo ngomong pake otak dong. Dimana-mana jalan itu pake kaki, bukan pake mata!”
Sang suami terpancing emosi lalu membentak : “Lo yang gak punya otak! Dimana-mana ngomong itu dengan mulut, gak pake otak!”
Perhatikan lebih lanjut. Jika pertengkaran tak segera stop, keesokan harinya boleh dicek ke pengadilan agama. Apakah ada berkas gugatan cerai dari keduanya? Jika ada, siap-siap aja macarin duda atau janda!!
Ada anak kecil lagi nangis
Pengantin baru:
Si suami memeluk istrinya dan berbisik : “Lucu sekali ya anak itu? Kapan kita dikaruniani putra selucu itu ya?”
Si istri nyenderin kepala di dada sang suami dan menjawab : “Tak akan lama lagi sayang… Pasti hidup kita lebih indah dengan hadirnya putra…”
Pengantin lama:
Sang suami menutup kuping dan membentak : “Diaaam….!! Berisik sekali sih… Dasar anak setan!!”
Istrinya segera menggendong sang anak dan melotot pada suaminya : “Kalo ini anak setan, berarti kamu bapaknya setan!!”
Si suami makin naik pitam : “Diam kamu emaknya setan!!”
Jika kamu lihat situasi seperti ini, segera lerai mereka dan katakan : “Sesama setan dilarang saling bertengkar.” Wakaka….
Itu tadi cara gokil mengetahui pasangan tersebut baru merried atau udah lama nikah. Sedangkanapakah pasangan masih pacaran atau sudah menikah dapat diketahui dari reaksi mereka dari kejadian berikut ini:
Pas berdua aja di dalam kamar
Masih pacaran:
Si cowok mulai melancarkan rayuan untuk berbuat begituan: “Ayolah, sayang… Mumpung lagi sepi nih…”
Si cewek menggeleng dan tersenyum sopan : “Maaf, sayang… Sabar sebentar sampai kita resmi menikah.”
Si cowok keluar kamar. Menutup pintu pelan-pelan dan berbisik: “Kamu memang calon istri yang solehah, sayang…”
Udah menikah:
Si pria langsung buka baju dan berkata: “Ayolah, Ma… Mumpung anak-anak udah tidur…”
Si wanita menggeleng dengan muka masam : Jangan sekarang… Nanti aja kalo uang belanja udah diberikan.”
Si pria keluar kamar. Membanting pintu keras-keras dan berteriak marah :”Dasar istri mata duitan!!”
Saat jalan-jalan di mall, si perempuan berhenti di butik mewah dan minta dibelikan gaun yang harganya mahal. Tapi sayangnya sang lelaki tak punya uang. Perhatikan reaksinya gimana?
Masa pacaran:
Si cowok segera merogoh kocek dan dengan wajah malu berkata : “Maaf sayang, dompetku ketinggalan. Lain kali aja ya?”
Si cewekpun tersenyum meski dengan mimik muka kecewa dan berkata : “Tak apa sayang, aku ngerti kok…”
Udah resmi jadi suami istri:
Sang pria merogoh kantong mengeluarkan nota tagihan lalu berkata dengan geram : “Cicilan rumah ini mau dibayar pake apa kalu kau minta gaun itu. Tunggu sampai cicilan rumah kita lunas.”
Sang wanita cemberut dan bertanya : “Besok ada kondangan. Aku harus pake apa?”
Si pria dengan cuek menjawab : “Di rumahkan adakain bekas kantong terigu. Pake itu aja!”
Walah! Dasar pasangan gak genah!! Hahaha….
–0–

2. Dompet Kakek Di Kamar Pengantin:Ceritanya Madhasim sedang menghadiri pesta pernikahan cucunya yang di luar kota. Seminggu sebelumnya Madhasim sudah berada di sana. Dia ikut sibuk mempersiapkan pesta.
Pas hari H nya. tamu yang datang begitu banyak tak henti-hentinya Madhasim terlihat sibuk menerima tamu yang datang. Sampai kira-kira sehabis isya baru tamu agak jarang.
Merasa kecapean Madhasim pergi kedalam rumah mencari tempat untuk beristirahat barang sejenak. Namun karena sempitnya rumah sang cucu semua ruangan terpakai dan tidak cukup untuk dipakai beristirahat. Lalu terlintas dipikirannya untuk beristirahat di kamar pengantin, “Mudah-mudahan aja mereka ga cepet-cepet masuk kamar” pikirnya.
Setelah berada di kamar pengantin Madhasim merebahkan tubuhnya di ranjang pengantin. Ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di belakang tubuhnya. rupanya dompetnya yang berada di saku belakang celananya. Kemudian dompet itu ia ambil dan menaruhnya di atas Dipan pengantin.
Baru sebentar saja ia merasakan kenyamanan ranjang pengantin, di luar terdengar canda kedua pengantin yang hendak masuk kamar. Madhsim kaget dan ia bergegas bersembunyi di kolong ranjang.
“Silakan Neng duluan!,” terdengar pengantin pria berbicara.
“Nggak ah abang duluan “
“Eh perempuan harus didahulukan “
“Ah sama aja !”
Akhirnya pengantin pria yang mengalah sambil menuntun pengantin wanita.
Setelah pintu ditutup rapat-rapat dan yakin sudah tidak ada celah sedikitpun lau pengantin pria mulai merayu.
“Ee.. Neng, boleh abang nanya?”
“Emang mau nanya apa?”
“Idung neng koq bagus banget ya, punya siapa?”
“ya punya neng!”
“Boleh ga buat abang?”
“Ee.. Boleh deh”
“kalo bibirmu yang manis, boleh juga buat abang”
“boleh, pokoknya sekarang semuanya milik neng abang boleh minta”
“Ooh kalo begitu, Ee.. anu… anu..”
“Anu apa bang?”
“Anu … Ee.. itu….. dom…pet boleh buat abang juga ya?,” belum sempet pengantin waniita menjawab. “Jangan !!!! itu dompet kakek…!!!”
Gelisah Saat Hujan Turun: Andre sang pengantin pria sejak tadi tampak gelisah walau tetap duduk di pelaminan bersanding dengan Irin sang mempelai wanita. Irin mempelai wanita akhirnya bertanya kepada Andre sang mempelai pria.
Irin: “Kenapa sih kau gelisah terus, Mas? Nggak sabar menunggu tamu pulang, ya?”
Andre: “Bukan soal itu! Lihat, hujan turun dengan deras tuh!”
Irin: “Kan justru asik malam pertama kita di sambut dengan hujan deras. Pasti akan lebih romantis, bukan?”
Andre: “Iya. Tapi lama kelamaan bisa banjir masuk ke dalam rumah, sehingga malam pertama kita bisa gagal total.”
Sudah Pernah Digunting: Wanto baru saja menyelesaikan upacara pernikahannya dengan Tukiyem. Tapi pada malam pertama mereka tidak langsung berhubungan intim, karena lelah sehabis menjalani pesta. Pada malam itu mereka hanya mengisi malam dengan makan bakso di dalam kamar.
Sementara tanpa sepengetahuan mereka, Ibunya Wanto menguping dari balik pintu dan mendengarkan pembicaraan mereka.
Tukiyem: “Mas, sudah dikocok-kocok nggak keluar-keluar. (Sambil mengocok botol sambal)”
Wanto: “Jelas saja, lobangnya kekecilan!”
Tukiyem: “Ya sudah, ujungnya saya gunting saja!”
Ibunya Wanto langsung kaget, mendobrak pintu kamar dan berteriak, “Jangan! dulu sudah pernah digunting!”
Wanto & Tukiyem: **#@##^%&??!!! 
Janji Mpok Hindun: Mpok Hindun, seorang janda yang telah sekian lama ditinggalkan suaminya. Dia tergolong perempuan hypersex yang saat ini tengah mencari calon suami. Ketika Pak Yadi, dua kampung sebelah hendak melamar dirinya, Mpok Hindun berkata dengan sesumbar, “Kalau kau bisa membuatku puas di malam pertama nanti seluruh hartaku akan kuserahkan padamu!”
Perkawinan pun terjadi, di malam pertama, Pak Yadi memadamkan lampu kamar pengantin lalu mulai melayani gairah Mpok Hindun. Setiap Pak Yadi mencapai puncak kemesraannya, ia langsung ke kamar mandi dengan alasan membersihkan. Keluar dari kamar mandi, ia melayani Mpok Hindun kembali.
Hal itu dilakukan Pak Yadi berkali-kali sampai pagi tiba, sehingga Mpok Hindun akhirnya merasa puas dengan pelayanan Pak Yadi.
“Kau benar-benar pria yang dasyat dan hebat, mas Yadi. Tak kusangka kau bisa memuaskan hatiku. Maka sesuai janjiku, kini seluruh harta kekayaanku kuserahkan padamu, termasuk Dua puluh tiga taksi, lima toko emas, dua buah restaurant dan dua buah Pabrik (Pabrik Tempe dan Pabrik Batu Bata)”
Tiba-tiba dari kamar mandi keluar sepuluh orang pemuda sambil bersorak kegirangan, “Horeeeeeeeee . . . . . . . . ! Kita berhasil!!, Jatahnya kita bagi”
Ternyata Pak Yadi menyimpan sepuluh temannnya di kamar mandi dan bergiliran melayani Mpok Hindun. Orang pertama dan orang terakhir yang melayani Mpok Hindun adalah Pak Yadi.
Hanya Dua Inci: Sepasang muda mudi sedang duduk menikmati udara malam di bawah sebatang pohon yang rindang pada sebuah taman di tengah kota. Malam ini adalah malam pertama mereka
Desi : “Oh, Ronnie, bisepmu besar sekali.”
Ronnie : “Ah, biasa saja, Desi. Pada pita pengukur, dia hanya dua puluh dua inci.”
Desi : “Wow, bagaimana dengan dadamu ?”
Ronnie : “Terakhir kali saya mengukurnya, pada pita pengukur dia hanya tujuh belas inci.”
Desi : “Wow, besar sekali ! Lalu bagaimana dengan . . .
. eh . . . dengan . . . . eh . . . eh maksud saya . . . “
Ronnie : “Maksudmu, anu saya ? Hanya lima inci saja . . . . . “
Desi : “Kau mengukurnya di pita pengukur ?”
Ronnie : “Bukan ! Dia hanya lima inci dari tanah. “
Ketukan Malam Pengantin: Ucup baru saja menikah, tetapi tidak tahu caranya berhubungan dengan istrinya pada malam pertama. Kemudian dirinya punya inisiatif untuk bertanya kepada ibunya.
Ucup: Gimana sih caranya berhubungan sex bu?
Ibu: Gampang, kamu tidur di atas dan istrimu tidur di bawahmu
Keesokan harinya
Ucup: Ibu, kasihan semalam istriku digigit banyak nyamuk karena tidur di bawah kolong ranjang
Ibu: Kamu ini memang goblok! Gini caranya, kamu buka baju kamu, kemudian kamu buka baju istrimu, lalu kamu tiduri dia dari atas. Biar mudah Ibu kasih tanda, Ibu dari luar rumah mengetuk pintu. Bila Ibu mengetok sekali, kamu masukkan barang kamu ke dalam barang istri kamu, kalau kedua kali kamu cabut keluar.
Saat malam tiba?
“Tong!” Terdengar suara ketukan tiang listrik. Si Ucup memasukkan barangnya ke dalam barang istrinya. “Tong!” si Ucup mencabut barangnya.
“Tong.. Tong.. Tong.. Tong.. Tong”
“Aduh.. Ibu ngetoknya cepet amat. Tapi gak apa-apa, Enak Gila!” kata Ucup
Paginya?
Ibu: Kamu gimana sih! Semalam ada pencuri masuk rumah kamu, tapi kamu malah keenakan.
Ucup: Yaaah? kirain Ibu yang ketok tiangnya
Suami Perkasa: Seorang lelaki berumur 80 tahun menikah dengan perempuan berumur 30 tahun. Mereka memutuskan untuk tidur di kamar terpisah karena si suami kalau tidur ngorok dan mengganggu tidur istrinya.
Malam pertama setelah pesta pernikahan, si istri sudah siap-siap akan tidur ketika terdengar pintu kamarnya diketuk. Ternyata suaminya yang sudah ‘siap tempur’. Merekapun berhubungan layaknya suami istri. Setelah selesai si suami kembali ke kamarnya.
Si istri kembali bersiap-siap untuk tidur ketika beberapa menit kemudian suaminya masuk lagi. Perempuan tersebut melayaninya dengan baik dan setelah selesai si suami meninggalkan kamarnya. Kali ini si istri yakin tidak akan diganggu lagi dan bersiap untuk tidur.
Ia sudah hampir sampai ke alam mimpi ketika terdengar pintu diketuk-ketuk. Ternyata suaminya yang mengajak berhubungan intim. Walaupun terkejut dan hampir tak percaya, si istri melayaninya. Ia sangat terkesan dengan keperkasaan suaminya.
“Saya tidak menyangka Mas sekuat ini. Tiga kali dan ketiganya memuaskan. Padahal pacar saya dulu, yang usianya jauh lebih muda dari Mas, hanya kuat sekali,” kata si istri.
“Lho, tadi saya sudah ke sini toh?” jawab sang suami dengan bingung.
Mencari Gadis Lugu: Abdi Edison merasa bingung saat harus menentukan teman pendamping hidup. Harapannya ingin memiliki istri seorang gadis desa yang lugu. Namun karena dunia informasi yang berkembang hingga ke pelosok desa, rasanya ia kesulitan untuk menemukan gadis yang dicita-citakan itu.
Sebagai pedoman, Abdi Edison berkesimpulan bahwa gadis lugu, adalah gadis yang tidak pernah melihat organ vital kaum pria. Hal ini akan dibuktikan dengan menunjukan ‘miliknya’ kepada sang gadis. Reaksi sang gadis akan menjadi parameter keluguannya.
Tiga perempuan yang sudah dikencaninya dengan spontan menyebut ‘miliknya’ dengan kata ‘rudal’, yang berarti mereka pernah melihatnya karena kebanyakan orang juga menggunakan istilah rudal.
Kini giliran Juminten. Begitu ditunjukkan ‘barang’ itu gadis desa itu pun dengan kalem bereaksi, “Eihh ekor tikus” sambil berusaha menangkapnya. Karena memang dikira seekor tikus yang tidak kelihatan kepalanya.
Abdi Edison pun merasa cocok dengan Juminten, karena terbukti dia belum pernah melihat alat vital kaum pria. Tak mau terlambat, keduanya pun menikah.
Di malam pertama Abdi Edison menerangkan pada Juminten tentang ‘barangnya’ itu, “Sayangku, ini bukan ekor tikus, tapi rudal.”
Namun kecil nyali Abdi setelah Juminten menjawab, “Ah bukan, itu ekor tikus, kalau rudal kan besar. Waktu jadi TKW di Arab aku pernah melihat Meriam.”
Pengantin Ngebut: Seorang petugas polisi di kota kecil menghentikan seorang pengendara sepeda motor yang kedapatan ngebut di jalan utama kota. “Tapi Pak,” kata pria pengendara motor itu, “saya bisa menjelaskan alasannya.”
“Jangan banyak omong,” bentak polisi itu. “Saya akan menahan kamu sampai Kepala Polisi datang.”
“Tapi, Pak, anda harus dengar saya dulu. Saya …..,” coba menyela pembicaraan.”Sudah kubilang jangan banyak omong! Kamu akan segera saya masukkan ke dalam tahanan!.”Beberapa jam kemudian, polisi itu menengok kembali tahanan tersebut dan berkata, “Kamu sangat beruntung, karena hari ini Kepala Polisi sedang menghadiri pernikahan putrinya. Hatinya pasti senang saat dia kembali ke sini nanti.”
“Jangan harap,” jawab pria tersebut dari dalam tahanan. “Saya adalah pengantin prianya.”
–0–
3. Pengantin perempuan datang ke rumah dan pengantin pria yang salah. Kejadian itu membuat semua yang datang ke pesta tertawa.
Dream – Ini kisah lucu soal pernikahan di dekat Kota Sanaa, Yaman. Seorang pengantin perempuan melakukan kesalahan dengan mendatangi rumah pengantin pria yang salah. Dan dia baru sadar pada menit-menit terakhir.
Dikutip Dream dari laman Emirates 24l7, Kamis 14 Agustus 2014, pengantin perempuan itu datang ke sebuah rumah yang tengah menggelar hajatan. Dan kebetulan rumah itu merupakan kediaman keluarga yang tengah menggelar pesta pernikahan untuk anak pria mereka.
Pengantin perempuan itu duduk di dalam mobil mewah yang diiringi oleh banyak mobil lainnya. Sebagaimana kebiasaan masyarakat di sana, mobil-mobil tersebut membunyikan klakson kencang-kencang sebagai tanda berbahagia. Rombongan itu berhenti di depan rumah yang menggelar pesta.
Namun tak lama kemudian, ada iring-iringan lain yang mendekat ke rumah itu. Rombongan bermobil yang datang belakangan itu juga membunyikan klakson. Sama seperti rombongan pertama yang datang.
Maka, terjadilah kebingungan. Rombongan pengantin perempuan yang datang pertama bertanya-tanya, siapa gerangan yang datang belakangan itu. Rombongan pengantin perempuan yang datang belakangan juga sama, bertanya siapa gerangan yang telah mendahului mereka.
Tapi, tak lama kemudian, sadarlah orang-orang yang berada di pesta itu, bahwa ternyata ada yang salah. ” Klakson dan musik tiba-tiba dihentikan dan orang-orang mulai tertawa,” demikian laporan yang dikutip dari laman pemerintah Yaman, seperti dilansir Emirates 24l7.
Rupa-rupanya, semua orang di tempat itu mulai sadar jika pengantin perempuan yang tiba pertama itu salah. ” Kemudian, keluarga pengantin pria keluar rumah dan memberi tahu iring-iringan pengantin pertama bahwa mereka telah datang pada pengantin dan rumah yang salah.” 
.

Incoming search terms:

Leave a Reply